Slogan Daarut Tauhiid: Dzikir, Fikir, Ikhtiar

 

 

Dzikir, Fikir, Ikhtiar

Sahabat fillah, Pondok Pesantren Daarut Tauhiid dengan pimpinan K.H Abdullah Gymnastiar,

memiliki ciri khas berupa budaya – budaya Daarut Tauhiid salah satunya Slogan/Semboyan Daarut Tauhiid.

Bagi sahabat fillah yang mengenal Daarut Tauhiid tentu tidak asing dengan budaya yang ada di Daarut Tauhiid yaitu Slogan DT: “Dzikir, Fikir dan Ikhtiar”

  1. Dzikir

Rasulullah Saw bersabda:  “Tidakkah aku akan memberitahumu tentang tindakan terbaikmu, yang paling murni di hadapan Tuhanmu, yang menaikkan peringkatmu ke posisi tertinggi, yang lebih baik bagimu daripada menghabiskan emas dan perak, lebih baik daripada bertemu musuhmu sehingga kau menyerang di leher mereka dan mereka menyerang Anda? ‘Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, amalan apakah itu?” lalu Nabi bersabda, itu adalah mengingat Allah.” (HR At-Tirmidzi)

Maka dari hadist tersebut kita ketahui bahwa amalan terbaik adalah dzikrullah, yaitu mengingat Allah dan yang paling penting dari dzikrullah adalah kita juga diingat oleh Allah,

sebagaimana dalam Al Qur’an disebutkan:

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku” (QS. Al Baqarah: 152)

 

  1. Fikir

Potensi fikir berupa akal untuk mengelola, dan mengolah alam, mengembangkan karya nyata yang bermanfaat bagi kehidupan.

  1. Ikhtiar

Ikhtiar adalah amal soleh bagi umat islam, karena yang terpenting itu bukan hasil, tetapi proses kita berikhtiar dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik.

Semua proses dan ikhtiar inilah yanag akan di nilai oleh Allah selama niat dan cara nya benar.

integrasi dari potensi zikir dan potensi fikir diaktualisasikan dengan kerja keras,

 

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah lebih kurang mengatakan, “Jika Jasad memerlukan makanan yang bergizi (nutrisi) agar hidup sehat, maka akal memerlukan nutrisi ilmu agar tumbuh menjadi akal yang sehat, sedangkan hati memerlukan nutrisi dzikir agar tetap menjadi hati yang bersih.”

Mari kita  sama sama belajar untuk menyeimbangkan potensi dzikir (hati), Fikir (otak) dan ikhtiar (action)

Semoga Allah menguatkan hati kita untuk menjadi ahli dzikir, ahli fikir dan ahli ikhtiar.

 

“Mata melihat mahluk,  fikiran dan hati tetap ke Allah, Jadikan Fikir menjadi Dzikir”

K.H Abullah Gymnastiar

 

Salam Hangat,

SMK Daarut Tauhiid

Add a Comment

Your email address will not be published.