Tiga Siswa SMK DTBS ini Ikut Ajang Kompetisi FLS2N

BANDUNG – SMK Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) mengirim tiga siswanya untuk mengikuti lomba dalam ajang kompetisi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Sekolah Menengah Kejuruan (FLS2N).

 

Tiga siswa SMK DTBS yang tergabung dalam sebuah tim bernama NEOS tersebut diantaranya;

  1. Derryana Lukman – Kelas 11 Jurusan Boarding Perfilman
  2. Naufal Habibi – Kelas 11 Jurusan Boarding Perfilman
  3. Daffa Putra R – Kelas 11 Jurusan Boarding Perfilman

 

Meuti selaku pendamping siswa menjelaskan alur pelaksanaan kegiatan lomba tersebut. Para peserta lomba membuat karya film pendek atau seni pencitraan bertemakan “Merdeka Berprestasi, Talenta Seni Menginspirasi” yang berdurasi tiga menit.

 

“Membuat karya micro movie dengan cerita fiksi sederhana, dengan tema Merdeka Berprestasi, Talenta Seni Menginspirasi. Konten berdurasi maksimal tiga menit tanpa pembicaraan atau speech seperti dialog, narasi, monolog, voice over, dan direct address,” terangnya.

 

“Seluruh peserta wajib mengirim karyanya pada tanggal 30 April 2024, kemudian dipresentasikan secara langsung tanggal 8 Mei 2024. Presentasi hasil karya diselenggarakan di SMKN 7 Bandung, Jl. Soekarno Hatta, Bandung,” tambahnya.

 

Perlombaan tersebut diikuti oleh seluruh SMK baik negeri maupun swasta se-Kota Bandung. Tim NEOS SMK DTBS Putra menciptakan karya film pendek berjudul “Hitar”. Film tersebut menceritakan tentang keluarga harmonis dengan seorang anak pelajar yang pintar secara akademis, namun tanpa disangka ternyata memiliki bakat terpendam sebagai pemusik (piawai dengan alat musik gitar atau hitar dalam bahasa sunda) dan senang mengaplikasikan seni musik dan lagu sunda dengan iringan gitarnya.

 

Meuti menyampaikan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberi pengalaman berkompetisi bagi para siswa, juga meningkatkan kreatifitas seni siswa.

 

“Memberikan pengalaman berkompetisi untuk mencapai sumber daya manusia yang unggul di bidang seni, hingga berprestasi dikancah internasional dan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang seni yang berakar pada budaya bangsa.”

 

Ia berharap, kompetisi tersebut juga menjadi ajang persatuan seluruh siswa di Indonesia.

 

“Harapannya perlombaan ini dapat membangun persahabatan dan karakter peserta didik yang toleran terhadap keberagaman serta mempererat persatuan dan kesatuan peserta didik seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Noviana)

Add a Comment

Your email address will not be published.