PEMUDA PENAKLUK SYAHWAT

PEMUDA PENAKLUK SYAHWAT

Diceriitakan seorang pemuda yang setiap harinya tidah tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah, Seorang anak muda yang memiliki ahlak yang baik, sopan dan senantiasa santun, juga di anugrahkan paras yang tampan. Dia selalu berjamaah bersamaan dengan sahabat Umar bin Khatab r.a. Ketika pemuda itu tidak datang ke masjid maka sahabat Umar pasti akan mencarinya.

Dalam setiap perjalanan ke masjid, anak muda itu perlu melewati beberapa pemukiman rumah penduduk, langkahnya selalu menjaga pandangan dan tidak sedikitpun terbesit dalam hati ingin tengok kanan kiri, apalagi melihat yang tidak seharusnya boleh di lihat. Disalah satu pemukuman penduduk ada satu rumah penghuninya seorang gadis cantik, dia selalu memperhatikan anak mud aitu setiap harinya dari kejauhan, bahkan gadis cantik itu menyiman rasa dan diam0diam jatuh cinta kepada pemuda itu. Sedangkan pemuda itu sama sekali tidak pernah tahu bahwa stiap hari dia di perhatikan oleh gadis cantik tersebut.

Seiring waktu berlalu rasa itu tumbuh sendiri hingga berbunga, membuat gadis cantik itu tidak lagi membendung perasaannya. Lalu gadis cantik itu menceritakan semua perasaan dan harapan ke pada neneknya.

Kemudian neneknya berkata, “Wahai cucuku jika sungguh rasa itu tidak lagi bisa kamu pendam, 
maka aku akan berusaha membatumu, meski itu dengan tipu daya jika tidak ada lagi cara agar kamu mendapatkannya.”

Singkat cerita neneknya pun membuat sebuah rencana agar cucunya bisa mendapatkan pemuda itu dengan segala cara dan siasat.

Esok harinya wanita tua itu duduk di pinggir jalan. Ketika pemuda itu lewat untuk menunaikan shalat berjmaah, tiba-tiba wanita tua itu memanggilnya.

Wanita tua itu berkata, “Nak, aku ini perempuan yang sudah sepuh dan renta, 
tidak cukup banyak memiliki tenaga untuk berjalan. 
Didalam rumahku ada satu ekor kambing, ingin rasanya aku meminum susu namun 
aku tidak bertenaga melakukannya. Apakah kamu sudi membantuku?”

Dengan baik hati pemuda itu pun meng iyakan untuk membanttu wanita tua itu. Lalu dia pun masuk kedalam rumah untuk memeras susu kambing yang dipinta oleh wanita tua tersebut.

Sesampainya masuk kedalam rumah, dia tidak menemukan kambing melainkan seorang gadis cantik setengah telanjang yang serta merta mau memeluknya, pemuda itupun menghindarinya. Kemudian gadis cantik itu berusaha merayu pemuda itu untuk melakukan maksiat yang dilarang Allah SWT. Dengan teguh hati pemuda itu menolak dengan bahasa yang halus hingga dengan kata-kata yang menegaskan bahwa rasa takutnya kepada Allah lebih besar dari syahwatnya. Kedaanpun semakin membuat gadis cantik itu merasa kesal dan gagal untuk mendapatkan pemuda itu, lalu dengan pendek akal gadis cantik itupun berteriak sejadi-jadinya.

Gadis cantik itu berkata, “Sungguh pemuda ini mau melakukan hal senonoh dan hendak memperkosanya”

Seketika orang-orang berdatangan untuk menghakimi pemuda tersebut, mengikatnya hingga pemuda itu diseret menghadap sayidina Umar bin Khatab.

Singkat cerita pemuda itupun sampai di hadapan Umar r.a, sontak sayidina Umar pun kaget luar biasa 
ketika melihat bahwa yang diseret dan di bawa kehadapannya
adalah sosok pemuda baik yang ia sangat mengenalnya. Didalam hati ia berdo’a 
“Wahai Allah, sungguh aku sama sekali tidak mau percaya jika pemuda ini melakukan maksiat kepadamu,
maka tidak perlulah Engkau buat perasangka baikku salah kepadanya”.

Lalu orang-orang pun menceritakan kejadian yang di alami oleh gadis cantik itu kepada umar bahwa pemuda ini hendak memperkosa gadis cantik tersebut. Lalu Umar menoleh kepada pemuda yang babak belur lalu bertanya

 “Apa yang terjadi, tolong ceritakan kepadaku!”

Pemuda itu pun manjawab dan menceritakan cerita yang sesungguhnya terjadi bahwa sungguh ia adalah korban fitnah gadis cantik itu, disaat  hendak membatu memeras susu kambing  untuk Wanita tua

Singkat cerita, Umar pun Kembali bertanya,

“Apakah kamu bisa mengenali wanita tua itu?”
Pemuda itu pun menjab, “Ia aku bisa mengenlinya”

Kemudian Umar r.a pun langsung memerintahkan pengawalnya untuk mengumpulkan semua wanita tua dari pemukiman yang di lewati pemuda tersebut. Wanita tua yang dikehendakipun tidak hadir diatara mereka. Tidak lama setelahnya ada satu wanita tua yang hendak pergi dari kerumunan.

Pemuda itupun sepontang menunjuk dan berkata,

“Itu dia yang wanita tua yang telah memperdayaiku!”

Kemudian Umar r.a pun memberikan perintah pada pengawalnya agar wanita tua itu untuk menghadap kepadanya. Setelah Wanita tua itu dihadapan, Umar membuka jubah luarnya yang kemudian diselimutkan kepada Wanita tua itu.

Lalu Umar r.a berkata, “Wahai nenek katakanlah dengan sejujurnya kepada ku, apa yang sebenarnya telah terjadi, 
apa yang kamu lakukan kepada anak muda itu?”

Lalu  Wanita tua itupun menceritakan yang sesungguhnya dan alasan ia melakukan hal itu, dia tidak lagi berani berbohong dan apa yang telah di ceritakan, sama persis dengan apa telah diceritakan oleh pemuda itu.

Seketika sayidina Umar r.a berkata,
“Segala puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan orang yang mirip 
dengan Nabi Yusuf a.s berada di tengah-tengah kita.”

 

Story by:

M U S A

 

📲 Informasi SMK Daarut Tauhiid :
http://wa.me/6285520700045
(Humas – SMK DT)

http://wa.me/62895413775658
(PJ Pendaftaran)

 

Klik juga untuk mengetahui aktivitas kami di sosial media:

Instagram SMK DT

Tiktok SMK DT

Youtube SMK DT

Jurnal OSIS SMK DT

Instagram OSIS SMK DT

Youtube OSIS SMK DT

Add a Comment

Your email address will not be published.