simple website templates

Sejarah SMK

Pendirian SMK Daarut Tauhiid Boarding School tak lepas dari ide dan gagasan dari pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar yang tujuannya adalah untuk mewujudkan cita-cita bersama yakni hadirnya generasi unggul yang siap bersaing secara luas serta menjadi hamba Allah yang mampu memberi manfaat bagi diri, keluarga serta sebanyak-banyaknya ummat.

SMK Daarut Tauhiid resmi didirikan pada tahun 2009. Sekolah ini adalah cikal bakal berdirinya pendidikan formal di Daarut Tauhiid dengan nama Direktorat Pendidikan Yayasan Daarut Tauhiid. Semua kegiatan seperti merekrut siswa baru dilakukan dengan menyebarkan brosur, leaflet, pengumuman melalui sekolah, hingga media massa. Pada 20 Juli 2009, SMK Daarut Tauhiid telah menerima 84 siswa dari sekitar 78 siswa yang lolos seleksi administrasi dimana pada tahap awal siswa yang mendapatkan beasiswa dari yayasan ada 12 siswa dan sisanya siswa reguler. Dari situlah kegiatan SMK Daarut Tauhiid dimulai dengan sistem pendidikan terpadu sebagaimana yang direncanakan sejak awal berdirinya yayasan.

Pada awalnya pendiriannya (Tahun 2009) SMK Daarut Tauhiid hanya memiliki satu program keahlian yaitu Teknik Komputer dan Jaringan, kemudian SMK Daarut Tauhiid mengajukan kepada Dinas Pendidikan untuk membuka jurusan Akuntansi khusus untuk siswi perempuan, maka berdirilah jurusan Akuntansi pada tahun 2013, sehingga SMK Daarut Tauhiid mempunyai dua jurusan yaitu TKJ dan Akuntansi.

Dengan arahan dari pendiri pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar bahwa SMK Daarut Tauhiid khusus santri laki-laki harus dipusatkan di Eco Pesantren Daarut Tauhiid Jl. Cigugur Girang No. 33 Desa Cigugur Kp. Pangsor Kabupaten Bandung Barat, maka atas dasar arahan dari pendiri Pesantren Daarut Tauhiid, Yayasan Daarut Tauhiid mengalihkan seluruh santri laki-laki ke Eco Pesantren. Pada tahun 2017 diawali oleh siswa baru yang berjumlah 63 siswa dan pada tahun 2018 seluruh santri dialihkan ke Kampus II Eco Pesantren.

(Red. Hurip Humas SMKDT)

Profil Sekolah

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dalam melaksanakan fungsinya sebagai lembaga pendidikan pesantren, menyelenggarakan pendidikan formal yang diberi nama SMK Daarut Tauhiid Boarding School

Indonesia merupakan negeri yang penduduknya mayoritas muslim, bahkan sampai saat ini penduduk muslim di Indonesia merupakan populasi terbanyak di dunia (Arifin, 2003:6) Nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yang sering disebut dengan budaya ketimuran sesungguhnya memiliki sejumlah tata nilai yang baik, dan dapat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Terlebih lagi kalau didasari atas nilai-nilai agama yang sangat lengkap dan sempurna. Namun, budaya yang datang dari barat akibat globalisasi membuat nilai-nilai itu lambat laun terus terkikis. Risman dalam Republika (8 Februari 2008) mengungkapkan bahwa saat ini moral agama di kalangan anak didik telah terkikis dan era layar telah banyak mendominasi dunia anak-anak. 

Masih menurutnya degradasi moral seperti rayap yang terus menggerogoti setiap kayu yang menjadi perusak bagi penyangga bangsa ini. Ini tampak ada gejala di kalangan anak muda khususnya, bahkan juga pada orang tua yang menunjukkan bahwa mereka mengabaikan nilai-nilai moral dalam tata krama pergaulan, padahal hal tersebut sangat diperlukan dalam suatu masyarakat yang beradab. Jika diperhatikan fenomena yang terjadi di era reformasi dewasa ini, seolah-olah orang bebas berbuat apa saja sesuai dengan kehendaknya, seperti perkelahian massal, penjarahan, pemerkosaan, pembajakan kendaraan umum, penghujatan, perusakan tempat ibadah, lembaga pendidikan, kantor-kantor pemerintahan dan sebagainya, yang menimbulkan keresahan pada masyarakat.

Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi krisis akhlak tersebut agar tidak berkepanjangan. Hal yang paling penting untuk mengatasi berbagai masalah tersebut adalah pendidikan, baik yang dilakukan di rumah, sekolah maupun pesantren.

Pendidikan sangat berpengaruh besar dalam mengubah sikap mental dan perilaku manusia. Dengan pendidikan, perilaku-perilaku negatif yang terjadi di masyarakat dapat diminimalisir, baik pendidikan dengan jalur formal seperti sekolah ataupun nonformal seperti pesantren, atau memadukan keduanya. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan yang diarahkan kepada pembinaan dan pengembangan seluruh aspek kepribadian manusia yang seutuhnya, yakni manusia yang kaafah (Djamari, 1995: 85).

Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan memiliki nilai-nilai budaya dan agama yang sangat kaya, sudah selayaknya dikembangkan model pendidikan nilai yang mampu memperkokoh dan memperkuat jati diri bangsa Indonesia, lebih khusus lagi yang bersumber kepada nilai-nilai agama.

Nilai-nilai agama akan mempengaruhi perilaku manusia. Perilaku manusia akan bermakna dan bernilai mana kala manusia tersebut mampu menjauhi sifat rakus, tamak dan serakah dalam hidupnya. Seseorang tidak dibenarkan bersikap takabur dan ekstrim dalam mencapai tujuan hidupnya, karena manusia bukan yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini. Karena itu hidup ini harus dijalani dengan penuh kewajaran dan menghindari sikap ekstrim, walaupun untuk kebaikan sekalipun. Perbuatan baik harus dilakukan secara terus menerus tanpa selalu mengharapkan balas jasa atau pengakuan orang lain. Hal ini disadari jika manusia selalu memperhatikan sumber pengelola hidupnya berupa qolbu.

Pendidikan nasional memiliki tujuan yang begitu tinggi, dengan membentuk akhlak mulia serta bermanfaat bagi kehidupan dalam berbangsa dan beragama. Undang-undang sistem pendidikan nasional tahun 2003 bab 2 pasal 3 dengan jelas menyatakan:

"Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab".

Dari uraian tujuan pendidikan di atas jelaslah bahwa pendidikan akhlak merupakan harapan yang ingin dicapai dalam proses membina generasi bangsa, termasuk pendidikan pesantren yang mendidik generasi bangsa dan agama. Manusia Indonesia seutuhnya (Insan Kamil) menurut Soejatmoko dalam Sauri (2006:4) merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan nasional, selanjutnya Soejatmoko mengatakan bahwa: "Manusia Indonesia seutuhnya merupakan perwujudan normatif atau citra ideal manusia Indonesia yakni kemajuan itu tidak hanya mengejar lahiriah atau batiniah melainkan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara keduanya, keselarasan atara cita-cita kehidupan dunia dan mengejar kehidupan akhirat".

Pesantren merupakan sarana pendidikan Islam tradisional yang berfungsi danbertujuan menjadi tempat syiar Islam. Tempat mendidik santri jadi ulama (orang berilmu) juga sebagai lembaga sosial kemasyarakatan yang berusaha memajukan status sosial keagamaan, pendidikan, kebudayaan bahkan perekonomian masyarakat sehingga pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan yang terbuka dan mau menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat secara terbuka pula.

Mastuhu (1994:21) mengatakan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang bercirikan grass root people yang telah tumbuh dan berkembang di nusantara sejak 300-400 tahun yang lalu.

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dalam melaksanakan fungsinya sebagai lembaga pendidikan pesantren, menyelenggarakan pendidikan formal yang diberi nama "SMK TI (Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Informasi) Boarding School Daarut Tauhiid" dengan harapan terwujudnya manusia Indonesia yang seutuhya (Insan Kamil) yang dicita-citakan bersama.

Profil Pesantren

Inti aktivitas di Daarut Tauhiid adalah di bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Namun sebagai sebuah pesantren, maka pesantren Daarut Tauhiid terdapat beberapa keunikan atau kekhasan dibandingkan pesantren lain pada umumnya.

Secara legal-formal Yayasan Daarut Tauhiid didirikan dengan akta notaris Nomor: 8, tanggal 4 September 1990, dibuat oleh Wiratni Ahmadi, SH. Notaris di Bandung, dan telah diubah dengan akta Notaris Nomor : 17, tanggal 22 April 2004, yang dibuat oleh Dr. Wiratni Ahmadi, SH. Notaris di Bandung, tentang pendirian Yayasan Daarut Tauhiid. Dalam hal ini dapat dipahami bahwa Yayasan Daarut Tauhiid merupakan badan hukum pengelola Pesantren Daarut Tauhiid.

Sebagaimana pesantren lain pada umumnya inti aktivitas di Daarut Tauhiid adalah di bidang pendidikan, dakwah & sosial. Namun sebagai sebuah pesantren, maka pada pesantren Daarut Tauhiid terdapat beberapa keunikan atau ke-khas-an dibandingkan Pesantren lain pada umumnya. Salah satu diantaranya adalah tingginya intensitas aktivitas [usaha] ekonomi di dalam lingkungan Pesantren Daarut Tauhiid. Tingginya intensitas aktivitas [usaha] ekonomi tersebut dapat dirasakan baik sejak awal masa pendirian maupun hingga saat ini.

Setidaknya ada 2 faktor atau kondisi yang dapat digunakan untuk menjelaskan keunikan di atas, yaitu semangat wirausaha dan prinsip kemandirian. Semangat wirausaha merupakan sebuah keniscayaan yang melekat pada diri KH. Abdullah Gymnastiar [Aa Gym] selaku pendiri dan pemimpin sentral di Pesantren Daarut Tauhiid. Di sejumlah literasi kita dapat menemukan cerita perjalanan hidup beliau yang diantaranya diliputi dengan terjadinya proses tumbuh kembang jiwa wirausaha pada diri beliau. Jiwa itulah yang kemudian menjelma menjadi sebuah semangat wirausaha yang mewarnai corak Pesantren Daarut Tauhiid yang beliau pimpin secara langsung. Di sisi lain, dapat kita pahami pula bahwa semangat kemandirian adalah sebuah cita-cita dan idealisme para pendiri Pesantren Daarut Tauhiid agar tumbuh kembang Pesantren Daarut Tauhiid dan keseluruhan aktivitasnya didasarkan kepada kemampuan diri, bukan atas ketergantungan kepada bantuan atau sokongan dari pihak lain. Sehingga diharapkan akan muncul independensi dan keleluasan dalam berkreasi. Tentu pada idealisme tersebut tidak dinafikan adanya peluang kemitraan dan kerjasama dengan sebanyak-banyaknya pihak. Dalam hal ini maka semangat wirausaha dan semangat kemandirian adalah sebuah paket yang saling menunjang satu sama lain. Kemandirian dapat terwujud karena adanya aktivitas wirausaha.

Selajutnya aktivitas [usaha] ekonomi ini kemudian dapat pula dipandang sebagai bagian dari atau bahkan nilai tambah bagi garapan Pesantren Daarut Tauhiid di bidang pendidikan, dakwah dan sosial yang terelaborasi pada satu konsep tata nilai yang disebut Manajemen Qolbu [MQ]. Konsepsi dasar MQ meliputi 4 komponen, yaitu: Ma’rifatullah, Manajemen Diri, Entrepreneurship, dan Leadership. Tata nilai MQ inilah yang kemudian menjadi dasar dan filosofi bagi organisasi Pesantren Daarut Tauhiid yang dikenal dengan rumusan statement “Menuju Generasi Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar”.

Berangkat dari dasar pemikiran di atas, maka kelembagaan Pesantren Daarut Tauhiid secara evolutif terus mengalami perubahan dan penataan. Hal tersebut ditandai dengan pendirian Koperasi Pondok Pesantren [Kopontren] DT pada tahun 1994 dan MQ Corporation atau PT Manajemen Qolbu pada tahun 2002. Pendirian kedua badan usaha tersebut menjadikan aktivitas usaha/ekonomi yang semula dilakukan secara langsung oleh Yayasan [secara kelembagaan] maupun oleh sebagian pengelola/karyawan Yayasan [secara perorangan] menjadi lebih tertata.

Sekalipun secara legal formal -sesuai acuan hukum positif yang berlaku- ketiga organisasi di atas [Yayasan DT, Kopontren DT & MQ Corporation] merupakan organisasi yang terpisah, namun antar organisasi tersebut satu sama lain memiliki ikatan/kaitan yang sama, yaitu Aa Gym. Sehingga dapat dikatakan bahwa sekalipun secara legal-formal terpisah, namun secara kultural dapat dikatakan bahwa Kopontren DT dan MQ Corp adalah bagian dari civitas Pesantren Daarut Tauhiid.

Untuk diketahui, secara formal kedudukan Aa Gym di Yayasan Daarut Tauhiid adalah sebagai Ketua Pembina. Sedangkan di Kopontren DT sebagai Penasihat, dan di MQ Corp saat ini sebagai salah satu pemegang saham mayoritas dan duduk di Dewan Komisaris. Kondisi kelembagaan di atas sebenarnya kerap “membingungkan” publik. Karena pada umumnya publik kerap mencampuradukan ke 3 organisasi di atas sebagai Pesantren Daarut Tauhiid secara formal.

Di tubuh organisasi Yayasan Daarut Tauhiid sendiri -mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku-, maka terdapat 3 organ Yayasan Daarut Tauhiid, yaitu: Pembina, Pengawas, dan Pengurus. Sedangkan berdasarkan struktur organisasi Yayasan Daarut Tauhiid per tahun 2016, maka di bawah koordinasi Pengurus Yayasan Daarut Tauhiid terdapat 7 [tujuh] Lembaga.

Visi dan Misi

Visi dan Misi yang ingin dicapai SMK Daarut Tauhiid Boarding School adalah sebagai berikut:

Visi Sekolah

Menjadi sekolah unggulan di bidang teknologi informasi dan manajemen bisnis yang berlandaskan tauhiid dalam membentuk generasi ahli dzikir, ahli fikir dan ahli ikhtiar

Misi Sekolah 

1. Mewujudkan insan yang berakhlakul karimah yang dilandasi nilai-nilai tauhiid.
2. Mewujudkan generasi yang cerdas, kompetitif di bidang teknologi informasi dan manajemen     bisnis yang memiliki sertifikasi internasional dan profesional.
3. Mewujudkan generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan.

Tujuan

Tujuan penyelenggaraan pendidikan di SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandung adalah:

1. Menghasilkan peserta didik yang produktif, unggul, dan mampu bekerja dibidang teknologi     informasi dan manajemen bisnis yang mampu bersaing di tingkat nasional, regional maupun     global.

2. Menghasilkan peserta didik berkarakter baik (ikhlas, jujur, dan tawadhu) dan kuat (disiplin,     berani dan tangguh).

3. Menghasilkan peserta didik yang sehat, berjiwa seni dan berwawasan lingkungan.

4. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk melanjutkan     pendidikan ke jenjang yg lebih tinggi.

5. Mendidik tenaga terampil yang mampu menciptakan lapangan kerja.

6. Menyalurkan tenaga kerja yang professional di bidang teknologi dan manajemen bisnis sesuai     dengan kebutuhan DU/DI. 

Tekad Kehormatan Daarut Tauhiid

1. Kehormatan kami adalah menjadi muslim jujur dan terpercaya sampai akhir hayat.

2. Kehormatan kami adalah menjadi muslim bertanggung jawab, menepati janji, setia, dan tahu balas budi.

3. Kehormatan kami adalah hidup menjadi pejuang, membela kebenaran dan keadilan, rela berkorban apapun karena Allah semata.

4. Kehormatan kami adalah menjadi muslim disiplin, gigih dan ulet, tangguh pantang mengeluh, pantang menyerah, pantang menjadi beban, pantang berkhianat, pantang berkhianat, pantang berkhianat.

5. Kehormatan kami adalah berusaha menjadi muslim berakhlak mulia dan berhati tulus.

Address

Kampus I : Jl. Gegerkalong Girang Komplek Setiabudi Indah Kav. 25-26 Bandung 40153

Kampus II : Jl. Cigugur Girang no.33, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa barat 40559

Contacts

Email : humassmkdt@gmail.com
Telepon : 022-2005132 / 0855-2070-0045